Mahasiswa sebagai golongan pemuda yang merupakan generasi penerus bangsa mempunyai kewajiban untuk mulai memberikan kontribusi serta perhatian dalam jalannya pemerintahan. Sebagai bagian dari keluarga bangsa ini, mereka bertanggung jawab juga untuk mengawasi jalannya pemerintahan apakah berjalan dengan semestinya sesuai dengan peraturan yang berlaku dan apakah para wakil rakyat kita sudah memperjuangkan hak-hak rakyat Indonesia dengan benar dan tidak melakukan penyelewengan.
Dalam sejarahnya Mahasiswa merupakan para generasi penerus bangsa Intelek yang dalam beberapa situasi memberikan sumbangsih dan kepekaannya untuk mengkritisi nasib bangsa kita. Masih terngiang dalam ingatan bahwa mahasiswa bisa maju kedepan untuk menyuarakan perubahan ketika berhasil menglengserkan kebobrokan pemerintahan orde baru pada tahun 1998. Mahasiswa tersebut hadir karena rasa nasionalisme dan cinta tanah air yang tinggi kepada bangsa Indonesia. Peduli terhadap nasib bangsa dan mencintai seluruh nasib rakyat-rakyat di dalamnya.
Sebagai mahasiswa,kita harus menjadi pribadi yang kritis dalam menaggapi segala permasalahan yang ada di republik ini.Sangat disayangkan bila para mahasiswa bersikap acuh terhadap apa yang terjadi di Indonesia. Kondisi mahasiswa saat ini sesungguhnya tidak lepas dari sebuah realitas bangsa kita saat ini. Globalisasi yang sesungguhnya harus dimanfaatkan sebagai sebuah gerbang untuk menjadi lebih mandiri dan maju, justru kita terperangkap dalam sebuah arus globalisasi yang semakin bebas dan tidak bernorma.Contohnya adalah demonstrasi mahasiswa yang berujung anarkis,tawuran,dan aksi pengeroyokan terhadap mahasiswa lain.
Mahasiswa seharusnya dapat membuat suatu hal positif untuk pembangunan.Hal ini sangat diperlukan untuk menunjang pembangunan negara ini.Sebagai mahasiswa kita harus ikut menyampaikan aspirasi rakyat.Selain itu pula kita dapat mengadakn kegiatan-kegiatan positif,seperti bakti sosial.
Mahasiswa berperan sebagai pihak yang juga wajib ikut andil dalam mengawasi jalannya pemerintahan. Dan sebagai kelompok yang akan mengkritisi setiap hal yang berkaitan tentang penyelewengan dan pelanggaran hukum, serta menanggapi segala kebijakan yang dibuat para pemimpin kita dalam kesejahteraan bangsa ini. Dan ketika para pemimpin Negara mengacuhkan aspirasi rakyat, mahasiswa sebagai garis terdepan yang akan menyuarakan keluhan rakyat Indonesia kepada Negara.



Mahasiswa Anarkis atau Ingin Eksis

Demo mahasiswa di Makassar pada hari Kamis dan Jumat (5/3/2010) berakhir rusuh dan anarkis. Hal ini dipicu oleh tindakan sejumlah polisi dan warga yang melakukan perusakan terhadap sekretariat HMI pada hari Kamis (4/3/2010). Insiden itu sebelumnya disebabkan karena diawali adanya penyerangan mahasiswa terhadap kantor Polsek Ujungpandang. Aksi itu didominasi perlawanan mahasiswa terhadap polisi dan simbol-simbolnya. Bahkan selanjutnya kerusuhan itu meluas menjadi pertarungan horisontal antara warga dan mahasiswa. Bila timbul suatu masalah pelik, pasti akan timbul berbagai spekulasi penyebab seperti pengalihan isu, ditunggangi atau konspirasi tingkat tinggi. Namun tampaknya fenomena baru ini tampaknya terjadi diawali karena saling dendam dan saling tidak menghargai.
Berita di atas adalah kutipan dari slah satu tindakan mahasiswa yang memprihatinkan.Dapat diibaratkan,mahasiswa seperti anak playgroup yang hanya menuruti emosi sesaat daripada menuruti pikiran rasional. Perseteruan dan rusuh antara mahasiswa, masyarakat dan polisi ini akan semakin meluas dan tidak terkendali bila semua pihak tidak bisa menahan diri. Tindakan rusuh yang awalnya bersifat lokal ini berpotensi meluas ke seluruh Indonesia yang mempertaruhkan keamanan yang imbasnya rakyat juga yang dirugikan.
Menurut pendapat saya sebagai mahasiswa,seharusnya dan semestiya kita sebagai mahasiswa harus mengesampingkan masalah pribadi atau kelompok.Seharusnya kita harus mengedepankan kepentingan bersama. Pikiran positif harus diciptakan semua pihak. Pikiran positif pihak mahasiswa harus diciptakan untuk menjadi lebik bijak. Bahwa polisi adalah aparat yang tidak mementingkan kepentingan politik, mereka hanya sekedar berorientasi melancarkan hambatan yang menganggu keamanan dan ketertiban umum. Mahasiswa juga harus sadar bahwa polisi adalah profesional yang diciptakan untuk menghargai simbol-simbol korpsnya secara mutlak. Simbol kebanggaan korps seperti bendera atau markas harus dijaga dengan darah dan nyawa. Bila simbol kebanggan korps seperti markas mereka diserang maka akan meningkatkan adrenalinnya untuk melakukan tindakan yang diluar rasio akal sehat seorang sipil. Demikian juga polisi harus menyadari bahwa mahasiswa adalah seorang intelektual idealis dengan tingkat emosi, rasio dan kebijakan yang belum matang. Bila simbol kesetiakawanan dan perjuangan mereka terusik seperti penyerangan markas HMI maka semua yang bernama mahasiswa di seluruh negeri pasti akan mendidih darahnya. Sehingga apabila oknum mahasiswa dan oknum polisi melakukan hal itu, semua harus menahan diri. Tindakan oknum mahasiswa menyerang pos polisi tidak mewakili tindakan mahasiswa pada umumnya.
Kesimpulannya sebagi mahasiswa kita harus bersikap rasional dan tidak mudah terpancing emosi yang dapat merugikan semua pihak.

Categories:

Leave a Reply